Entri Populer

Showing posts with label ariniad. Show all posts
Showing posts with label ariniad. Show all posts

Tuesday, November 5, 2013

(Report #6): Lantern Nite



This is a very nice scene, no?

The pass tag for people that will flee up the lampions.

So, this is very nice to know that the closing event of FKR (Festival Kota Raja/Town of Raja Festival) is this romantic burning wax on an oval paper balloons. The view is a bit magical, with them flowing away above you (and wax's drop that threatening you from there but well we can manage, no?) and its philosophy about fly up your dreams like a lampion.

And this Lantern Nite also got a MURI record as the most lampions (5,500) that ever be flown in Indonesia.



                            






                            




It's soothing to see it all. Craves a mark in your soul. They're slowly flow up and then go away to the night sky as your dreams slowly go if you want to do something about it; try to make it work. Yes-- you think it doesn't take time and effort to light up the wax? You are wrong.


Very prettyyyyy aaaaaaa my background. <3

(Report #5): TKC (Tenggarong Kutai Carnival)

IT WAS A SPLENDID DAY.

It really is.

I CAN'T FORM ANY WORDS MORE THAN-- FANTASTIC. AWESOME. SPLENDID. Everything that you could wish to see on a performance!

This is so late but well assignments, assignments... what do you expect???


What is TKC???
What--!? You--- Geez, guys, you must know about it! TKC is an acronym of Tenggarong Kutai Carnival, something like a fashion parade of cultural wonders on that Kutai Kartanegara region-- like that Samba thing parade on Brazil, or maybe Dia de Muertos in Mexico (...ok, maybe not about the Mexico one but I hope you got the gist). So, yes, it so glorious, not to mention it's using a theme with the region cultures in it, and any all ding a dong fancy fancy things all over it.


Where is it?
On Tenggarong, Kutai Kartanegara, of course! It will hold again next year at October 25th, so be sure to not miss it!
Oh, and it be held to commemorate 231th of Tenggarong's birthday.

Btw, this is my personification of Tenggarong. sssttt everyone that knows Hetalia just ssstttt
 
O ya, tell that to your 'Mother'.



Our pass for this event. We were on Tent D.





TKC with a theme 'The Magic of Borneo'


Fanccyyy... This is from Belian, one of sub-themes in TKC.

There's three sub-themes in 'The Magic of Borneo'. The one is Belian (traditional medical treatment with chanting and dances, very sacred ritual), Orchid of Borneo (there's Duta, Black, and Manuntung's Orchid as sub sub-themes), and Seraong of Borneo (Seraong/Seraung is a traditional hat worn by Dayak People to keep them from the sun).







The performance began with a show from the fancy-ass kicking of JFC, the consultant creator of TKC. I really love the music that they use, especially that marching band one. The music is so neat, and the customes... their dances, it matches so well with one another. 

Its. Soles. Are. Just. On. The. Tip. Of. Her. FEET.
WHAT SORCERY THAT YOU USE YOU WILL BE GOING ON TO FEET FOR 3 KM STRAIGHT YOU  



And then it's Belian's turn to show off. :))






And the Orchid's:









Before the last one that is Seraong, Jepen dance was presented to us.



AND IT'S SHOW TIME.





MY BODY IS READY #shot



This is a guy. A guy I tell you.
 And yet, he dresses in woman type of clothing is more good than any real women. >->



I will try to upload some videos but I think you guys could go google it by yourself? Like, come on, it's not that hard. Until you see it's in Indonesian then...

(Report #4) Samarinda Seberang (3/3): Sarung Tenun Samarinda

THE LAST ONE FOR THIS OMG





"In boredom, you find creativity to form."


Keren ya quote saya itu? XD Ah, tidak perlu banyak bacot, kali ini saya ingin lebih luwes dalam menulis entri ini, karena saya rasa ini emang waktu yang tepat untuk itu. 8D


Sejarah Singkat Hadirnya Sarung Tenun
Ini merupakan kisah yang lucu bagi diri saya pribadi, karena ternyata warga Bugis dari Wajo yang bosan ketika sedang menyeberangi selat demi mencapai Samarinda Seberang lah yang membuat sarung ini. Pergi menggunakan kapal memang selalu memakan waktu, terlebih jika cuaca tengah tak bersahabat dan keadaan laut tidak menentu. Nah, karena bosan hanya menunggu saja di kapal tanpa melakukan hal lain yang cukup berguna, warga Bugis Wajo pun menenun kain dengan peralatan seadanya. Yang begitu sesampainya di Samarinda kain biasanya akan sudah jadi, saking lamanya mereka menunggu di laut.

Akibat ketertarikan banyak orang terdekat akan hasil karya mereka, mereka (warga Bugis Wajo) pun mulai memroduksi sarung tenun ini dengan alat tenun.


alat penenun yang bernama 'Gedokan'.



Corak Sarung
Ada bermacam corak sarung tenun yang tersedia. Di antaranya ada corak Soekarno, corak Hatta, Sari Pengantin, Palopo, Negara, Bontang, Pucuk, Perempuan dan masih banyak lagi.


 Lupa masing-masing namanya apa orz. >->
Palopo. Entah kenapa yang ini cukup saya ingat, lol.







Yang mengejutkan, ternyata bahan berupa benang yang digunakan untuk membuat kerajinan ini bukan berasal dari Indonesia, namun dari Cina. >-> Again. Pengrajin biasanya memesan benang sutra dari Cina itu di Surabaya, jadi... seperti sebuah siklus yang terlalu berputar-putar? Yah, itu yang saya pikirkan pertama kali.

Gedokan dibuat oleh pengrajin khusus juga. Pastinya.

Motif-- motif kain adalah hal yang paling membuat hati saya miris. Menurut cerita dari salah satu pengrajin, masing-masing pengrajin mengerjakan kain sarung berdasarkan motif yang dibuat oleh pemotif sarung tenun. Dan menurut cerita pula, kini hanya tersisa satu orang tua pemotif yang masih hidup, walau belia sedang sakit. Dan sekilas terpikirkan oleh saya; bagaimana jika orang tua tersebut meninggal? Bukankah tidak bakal lagi ada yang dapat membuatkan motif bagi para pengrajin. Walau saya tidak mengatakan hal ini, namun salah satu teman.
Tapi pengrajin yang menjadi nara sumber itu hanya menjawab dengan nada santai, bahwa masih ada anak sang pemotif jadi hal itu tidak menjadi pikiran mereka.

Saya cukup terperanjat mendengar hal tersebut.

Hanya satu? Cukup hanya satu orang generasi penerus??? Apa tidak ada usaha dari dinas terkait tentang ini? Apa ini akan dibiarkan begitu saja?? Saya marah dalam hati.


Yah, pada akhirnya pemikiran ini pun tidak akan berguna jika orang yang dikhawatirkan samasekali tidak berpikir bahwah hidup mereka tengah berada di ujung tanduk. Saya speechless.


Lokasi Kampung Tenun
Lokasi pengrajin tenun berada di Gang Pertenunan Rt. 02 di Kelurahan Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang, Samarinda.
Yeeepppp, jika jalan yang diambil benar, maka lokasi Makam Daeng Mangkona, Masjid Shirathal Mustaqiem dan Kampung Tenun dapat didatangi dengan sekali jalan. Seperti apa yang kami lakukan 3 minggu lalu. 8D